Rabu, 27 Juli 2011

yosakoi niseikai - report

Yosakoi Niseikai, Saat mendengar kata tersebut, yang terlintas di kepala pasti sebuah nama tim Yosakoi dari Sastra Jepang FIB UA. Pada tanggal 17-07-2011 kemarin, Yosakoi Niseikai memenangkan juara umum dalam acara Cross Culture Tari Remo dan Yosakoi yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Jepang dan Pemkot Surabaya. Di dalam acara yang bergengsi dan mendapatkan juara umum merupakan prestasi yang membanggakan. Karena dalam acara tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Surabaya saja, melainkan dari Gresik, Malang, Pasuruan, dll. Gelar juara yang diraih Tim Yosakoi Niseikai ini merupakan kali kedua. Yang pertama pada tahun 2008.

Hari itu bisa dikatakan merupakan hari yang paling berkesan diantara peserta Yoasakoi, khususnya Yosakoi Niseikai. Bagaimana tidak, anggota tim yang kebanyakan mahasiswa angkatan 2010 yang baru pertama kali bergabung langsung bisa merasakan kemenangan. Sebuah hadiah yang amat sangat membahagiakan dan kelegaan setelah berjerih payah selama + 4 bulan.

Latihan gerakan, pembuatan gerakan, kostum, jam latihan, biaya, kuliah, organisasi, capek, bosan, kekompakan dan kerjasama merupakan hal yang terus datang silih berganti yang kadang menghambat jalannya latihan. Apa lagi saat porsi latihan yang ditambah menjelang hari-H. Semua saling menyemangati dan saling memacu, menutup dan membenahi apa yang msih kurang pas. Tambah lagi saat masa yang genting, muncul masalah cedera kaki pada salah seorang anggota. Tapi semuanya itu bisa teratasi berkat kerja sama dan rasa saling percaya antar anggota serta kru yang terlibat.

Detik-detik yang mendebarkan akhirnya datang. Para anggota tim diharuskan bersiap diri sejak pagi buta. Dari hal itu, banyak yang menginap di kampus ataupun numpang tidur sehari di kos teman yang dekat kampus. Kira-kira jam 4 subuh, semua anggota dan beberapa kru sudah berkumpul di kampus untuk memulai make up. Ini bukan perkara mudah. Merias wajah dalam suasana genting bisa saja membuat panik, tapi untungnya semua masih bisa menguasai diri dan tetap saling menenangkan. Sampai kira-kira jam setengah delapan pagi berangkat menuju taman bungkul. Saat itu dibagi menjadi dua kelompok; dengan motor dan taxi. Bagi yang mengendaraimotor, tentunya manjadi perhatian orang.

Setelah sampai, berkumpul dan bersiap untuk tampil. Namun, ada saja kendala yang terjadi. Tapi hal itu langsung bisa teratasi. Tiba saatnya tampil. Dan tidak disangka memukau penonton yang hadir saat itu. Setelah tampil, dilanjutkan dengan parade. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Parade biasanya dilakukan pertama kali, namun tahun ini parade dilakukan setelah tampil. Mungkin hal ini dikarenakan agar semua peserta peserta bisa berparade di jalan.

Setelah tampil dan berparade, semuanya merasa lega dan bisa sedikit beristirahat sambil menunggu pengumuman di tempat berkumpul. Setelah lama menunggu akhirnya waktu pengumuman tiba. Pembacaan pemenang diurutkan mulai dari tarian terbaik, kostum terbaik dan juara umum. Saat MC membacakan pemenang kategori tarian dan kostum terbaik, nama Yosakoi Niseikai tidak disebutkan. Semua merasa down. Tapi, saat MC menyebutkan pemenang juara umum, hal itu terasa seperti oase di padang gurun. Semua bersorak, tertawa, teriak dan menangis saat mengetahui bahwa juara umum tahun ini diraih oleh Yosakoi Niseikai.

Dengan mengusung piala dan bendera, Didin – selaku ketua Yosakoi Niseikai diserbu anggota yang lain saling menumpahkan rasa haru dan bahagia. Semua berkumpul dan berfoto bersama sampai tidak sadar bahwa acara sudah berakhir. Kemudian, semua kembali ke kampus untuk saling memberikan komentar mengenai kemenangan kali ini.

Kebanyakan komentar yang terucap adalah rasa tidak percaya bahwa akan mendapatkan juara umum. Namun, ada satu komentar dari Olly yang menyebutkan bahwa dia sangat optimis bahwa Yosakoi Niseikai akan menang. Wow, inilah yang dibutuhkan dalam sebuah tim, “rasa optimis” akan sesuatu yang bisa memberikan semangat pantang menyerah sampai akhir (tapi bukan berarti besar kepala). Tidak hanya itu, komentar dari Lazu juga sangat menghimbau, bahwa nilai dari kemenangan kali ini adalah 5. Karena kesempurnaan yang diraih sekarang masih bisa berubah. Entah itu naik, atau turun. Tergantung kita bisa mempertahankannya seperti apa. Sebuah pernyataan yang sangat “dalem” yang harus dipikirkan untuk kinerja kita selanjutnya dalam meraih prestasi. Sesi “cuap-cuap” tadi ditutup dengan foto-foto dengan piala dan kemudian masing-masing pulang untuk beristirahat

kebodohanku

Kebodohanku adalah membiarkan diriku terbawa emosiku, menguasaiku, mengaturku. Kebodohanku adalah ketidak siapanku saat menerima perubahan. Aku menutup telinga dan mataku; tidak mau tahu. Kebodohanku adalah saat semuanya itu mengekangku dan mengurungku.

Aku begitu bodoh yang menutup telinga saat dia memintaku untuk tetap dekat dengannya meski tidak seperti yang dulu. Aku begitu bodoh yang menutup mata saat dia mencoba mendekatiku. Aku begitu bodoh yang membiarkannya terluka karena kebodohanku itu. Aku amat sangat bodoh yang tidak tahu bahwa dia makin terluka saat melihatku dengan yang lain. Aku bodoh dan egois.

Aku tidak ingin menyakitinya. Aku Cuma ingin membuatnya bahagia dan tertawa, bukan melukai dan makin membuatnya bersedih. Aku bosan melihatnya menangis sedih. Aku ingin membuatnya menangis bahagia, memberinya hari yang mengesankan, sekali lagi. Sekali dan mungkin untuk yang terakhir kali. Karena dia berarti buatku.

Jika ada yang harus disalahkan, aku orangnya. Jika dia marah padaku, aku memang pantas untuk itu. Tapi aku ingin menjaganya sekali lagi. Hanya sekali ini saja.

Aku ingin melihat senyumnya merekah.
Aku ingin mendengar tawa bahagianya.
Aku ingin memeluk dan memberinya rasa nyaman.
Aku harap aku mendapat esempatan itu. Untuk kali ini saja.

Rabu, 20 Juli 2011

16 – 07 – 2011 -- 17 – 07 – 2011

16 – 07 – 2011

Entah aku harus ngumpat atau berterima kasih 2 hari ini. Kalo dipikir biasa, bisa dibilang aku dapet sesuatu yang gak terduga. Singkatnya kejutan gitu. Tapi kejutan yang bener – bener bikin shock terapi. Kalo orang lain yang ngeliat sih pasti mikir kalo hal ini hal yang biasa aja ato malah gak penting. Tapi buatku, ya, bener – bener bikin aku entahlah. Entah harus apa. Padahal harusnya aku tau, tapi aku jadi gak tau harus apa. Goblok gak sih? Yah, goblok banget tuh. Uda jelas – jelas tau malah jadi gak tau.


Kemaren itu adalah hari yang auranya gak enak. Bikin marah aja jadinya. Marah kenapa? Ke siapa? Entah, yang jelas emang kerasa memuakkan. Kinenbi taun ini bener – bener kacu pergerakannya menurutku. Publikasi yang dilakuin gak berjalan lancar. Pergerakannya selang seminggu habis festival yosakoi. Kenapa aku peduli? Karena dia; Firsta, dia ikut yosakoi n panitia kinenbi. Dan kenapa aku harus peduli? Karena aku selalu ada di deket dia. Aku nemani dia. Waktu dia capek, waktu dia butuh bantuan, waktu dia pengen dimanja. Yah, aku aku yang selalu ada di sebelahnya waktu dia kayak gitu.

Hari kemaren itu menjemukan n mengesalkan. Aku yang bukan panitia ikut – ikutan capek wira-wiri ngurusi pendaftaran peserta kinenbi yang di Sidoarjo. Rumah – kampus – SMA Sidoarjo => muter – muter – balik kampus lagi – pulang. Capek emang. Tapi selama ada dia, okelah aku capek. Tapi kemaren itu lain. Aura menjemukan uda kerasa sejak pagi.

Berangkat pagi dari rumah – kampus, balik lagi ke SMAN 1. Kenapa ya aku ngelakuin itu? Mboh, aku juga gak tau. Oke, dari rumah – kampus – SMAN 1 dengan maksud panen peserta kinenbi kayak yang uda aku perkirakan sebelumnya. Gakperlu nunggu lama, tinggal mendata, habis itu ngajar, balik ke kampus buat ketemu dia. Good plan i think.

Tapi semua itu gak sesuai rencana. Dia yang sibuk dari pagi uda mengacaukan rencana. Tambah lagi gak ada peserta yang mendaftar. Perkiraan panen peserta hari itu gagal total. Yang ada Cuma nunggu + 3 jam di SMAN 1, di tempat yang mojok gak strategis, tanpa hasil apa – apa. Dan parahnya aku harus mengcancel renacana ngajarku. Oh damn! Aku yang bukan panitia ini melok capek n ngubah jadwalku pula. Damn! Damn!

Yaweslah, habis muter – muter di museum, balik lagi ke kampus. Capek, ngantuk, pengen istirahat bentar sama dia. Tapi itupun juga gak bisa. Kenapa? Dia pengen pulang, tidur di rumah coz latihan yosa diliburkan. Sedikit mengecewakan, tapi okelah kalo dia pengen istirahat di rumah, aku stay di kampus bentar. Tapi dia gak ndang pulang., nunggui aku. Harusnya aku seneng, tapi dia punya tujuan lain. KE KAMPUS C! Kenapa?

Ternyata itu yang bikin aura kemaren memuakkan. “”dia” uda pulang”, itu katanya. SIAL! Kenapa?! Kenapa feelingku tentang hal itu sebelumnya terwujud? Aku benci kemampuanku yang ini. Bukan maksud negatif thinking, tapi pikiran itu muncul dewe n gak lama kemudian terjadi. Dan itu bikin aku gak nyaman. Aku gak punya kesiapan untuk hal itu.

Begitu dia bilang hal itu, serta merta emosiku naik. Aku geram. Pengen marah n ngeluarin amahku tentang “dia” ke dia. Tapi gak tau kenapa aku Cuma bisa berdim diri,nahan itu semua. Apa n kenapa aku kayak gitu? Padahal itu bikin aku sumpek dewe. Dan memang pada akhirnya malam kemaren bikin aku sumpek.

Waktu dia pamit, yang ada hanya seberkas punggung berlalu pergi. Dia menghampiri”nya”. Dan aku gak bisa berbuat apa – apa. Kenapa kau pengecut kayak gitu? Aku gak berani ngungkapin apa yang aku rasa saat itu juga. Aku pura – pura “everything is alright”. Aku pake topeng senyum meskipun aku sakit.

Malam kemaren aku Cuma bisa ngebiarin dia pergi berlalu gitu aja tanpa bisa mencegah dia buat pergi. Coz aku emang gak punya hak atas dia. Aku bukan siapa – siapa. Aku Cuma orang ketiga (yang belum berpredikat) diantara mereka. Apa aku takut kehilangan makanya aku gak mau bilang apa yang aku rasain itu? Entah. Padahal kan aku bukan siapa – siapa, tapi kenapa aku takut?

Hari itu dia dikasih waktu istirahat. Harusnya dia istirahat di rumah, tapi dia malah pergi. Emang sebelum dia pergi, dia sama aku. Tapi aku seneng kalo dia langsung pulang aja kayak yang dia bilang sebelumnya dari pada dia sama aku terus habis itu dia malah gak pulang sampe malem. Mending dari awal ae gak ketemu. Dan kenapa dia kayak gitu? Tapi haknya sih, aku gak punya hak ato kuasa apa – apa buat ngatur dia.

Hari inipun juga. Aku uda nawari dia buat bareng gladi bersi di taman bungkul tapi dia nolak dengan alasan mau nebengi Moniz. Tapi njeketek dia ke kampus C lagi. Pastinya ketemu “dia” lagi. Dan kenapa kok kesana? Kenapa gak ke kampus B aja. Dan ujung – ujungnya dia gak jadi nebengi Moniz. Terus, dia bawa motornya “dia”. Okelah seharian ini dia sama aku. Tapi juga gak sepenuhnya sama aku.

Waktu dia dateng, aku banyak tanya ini – itu. Dan kayaknya dia mangkel coz aku keliatan posesif. Padahal aku Cuma tanya kemaren dia ngapain aja. Dia sedikit nggondok. Yowes, timbang ngamuk – ngamukan, aku aja yang ngamuk dewe. Lempar – lempar botol sampe pecah. Gak puas jane, tapi paling gak bisa ngeredam.

Terus yawes berangkat gladi bersi yosa – nganter dia beli kelengkeng – ngambil baju di rumahnya – balik lagi kampus buat latian lagi – beliin minum n obat – nunggu selesai latian – mbarengi dia pulang sekalian aku pulang. Capek jane aku. Yah, capek jane kayak gini. Tapi kenapa aku masih bertahan? Apa yang pengen aku dapet dari dia? Entah. Aku gak tau. Sampai kapan kayak gini pun aku juga gak tau.

Dan hari ini pun aku juga dapet kejutan yang gak kalah mengejutkannya. Wow! Aku dibentak! Siph! Aku kayak eek! Aku gak pernah mikir! Aku Cuma nyari senengku dewe! Aku sok mandiri! Aku gak inget rumah! Aku gak nganggep orag rumah! Aku gak bener! OKE! FINE! AKU EMANG KAYAK GITU!

Yah, aku sering pulang malem. Aku emang mburu senengku aja. Aku Cuma pake rumah jadi tempt istirahat n makan aja. Emang aku males di rumah. Tapi gak ada penjelasan yang jelas kenapa aku kayak gitu. Kenapa males n males terhadap apa aku dewe gak tau pasti. Yang aku tau aku males. Apa mungkin karena uda males hidup? Entah.

Hmm... aku banyak ngebuang waktu. Aku tau itu. Aku sadari itu. Tapi dari ngebuang waktu itu, aku masih gak tau apa yang aku cari. Apa tujuan dari ngebuang – buang waktu itu. Apa yang aku tunggu. Apa yang pengen aku dapet? Apa yang pengen aku raih? APA?! APA?! ENTAH! AKU GAK TAU!! AKU GOBLOK!! GAK PINTER – PINTER!! Aku Cuma ngelakuin hal yang sia – sia. Bodohnya lagi, aku tau kalo itu sia – sia n tetep aku lakuin. Aku keterlaluan dengan terus memelihara kebodohan ini.

Umpatan, omelan, bentakan n hal yang bisa disetarakan dengan itu emang pantes kok aku terima. Sebagai orang yang bodoh yang tau kalo kebodohan itu harusnya dibuang taoi tetap ngelakuin kebodohan yang sama. Dan kenapa orang yang bodoh kayak aku ini masih hidup sih? Bikin susah aja! Apa yang harus aku pelajari?! Apa aku uda belajar banyak?! Apa yang uda aku pelajari? Apa ada hasil n aplikasinya?

Entahlah. Aku ini kenapa ya? Sesakit apapun seperih apapun, sepahit apapun yang aku rasa, dapet n terima, rasanya aku gak bisa protes. Aku gak bisa nangis masio aku ngerasa capek n pengen nyerah. Yah, aku bolak balik jatuh tersungkur. Sakit dengan luka – luka yang aku dapet. Tapi aku masih bisa berdiri. Apa aku kuat? Entah aku sekuat apa kalopun aku kuat.

Tujuan hidup. Apa tujuan hidupku? Sepertinya gak ada progress n arah yang jelas. Hachiko bilang kalo aku kurang fokus. Dan mungkin aku gak fokus sama tujuan hidupku. Aku sering berbelok, berputar n berkutak dengan hal – hal yang mengalihkan perhatianku. Mungkin emang bener. Aku gampang teralihkan. Tapi juga susah teralihkan. Aku gampang berbelok dari tujuan awal tapi susah kembali ke tujuan awal itu coz aku sering terlalu terpaku dengan apa yang aku alami. Dan bodohnya aku sadar tapi aku masih berkutak dengan hal itu. Mungkin emang bener lagunya Ada Band: Manusia Bodoh => thats me.


17 – 07 – 2011

Hari ini hari yang ditunggu. YOSAKOI TAIKAI. Hari yang uda ditunggu anak- anak yosa. Tapi juga hari dimana aku muak. Gara – gara “penglihatan” itu, aku jadi males, muak. Dan emang “dia” dateng. Dan dia nempel terus. “Dia” juga lengket sama ortunya. Muak aku liat mereka. Sebelumnya waktu aku masih sering ke rumahnya gak kayak gitu. Jambret! Enak ancen nek direstui!

Habis selesai tampil, aku makin muak. Yang ada aku terus muter – muter gak jelas. Dan aku juga gak ngerti uda berapa kali muteri taman bungkul. Tiap aku balik ke tempat kumpul, “dia” masih disitu juga. Anjret! Mentolo tak jejek ae, terus tak buak. Sigh!! Tapi gak tak lakuin. Dan bodohnya kenapa aku mangkel? Iri. Yah, aku iri. Aku gak bisa nahan rasa iri. Tapi kenapa harus iri?

Aku ini kenapa tho?! KENAPA?!

Aku Cuma bisa ngebiarin mereka dengan urusannya. Aku bukan siapa – siapa. Harusnya aku gak boleh marah kayak gini. Tapi kenapa aku tetep kayak gini?

Aku yang entahlah itu sedikit teralih dengan kemenangan Yosakoi Niseikai. Uforia yosa hari ini kerasa banget buat aku. Tapi anehnya, aku gak langsung nangis kayak anak –anak. Aku nangis pas mbilangi Nindy. Sebelumnya dia curhat coz orang yang diharapkan buat geliat dia tampil malah gak dateng. Yah, aku Cuma mbilangi kalo kemenangan ini adalah kebahagiaannya n temen – temen. Persetan sama orang yang diharapkan dateng tapi malah gak dateng. Mereka rugi gak ngerasain kebahagiaan ini. Pas aku bilang itu, aku langsung nangis. Sempet aku mikir, air mataku keluar hanya untuk moment paling menyenangkan aja.

Oke, habis foto – foto gembira, balik ke kampus buat sesi curcol. Dengan suasanya yang masih haru campur seneng semuanya curcol. Habis curcol, dia pulang. Tapi kenapa gak minta anter aku aja. Padahal lho aku disana. Sekalian aku pulang. Pas aku bilang gitu (sms sih), dia bilang kalo mamanya uda punya feeling kalo aku pengen nganterin. OPO SALAHE?! Toh aku yang ada n siap waktu itu.

Responku atas kata – katanya itu Cuma: ENAK KALO DIRESTUI. Lha terus dia malah nyuruh aku nyari cewek yang bisa gantiin dia. Dia juga ngejudge kalo aku uda gak peduli sama dia n yosa. Lha pas aku nangis itu kurang jadi bukti kalo aku peduli? Aku siap sedia jadi kru dadakan apa itu juga gak cukup jadi bukti kalo aku peduli? Kenapa dia seenaknya nuduh gitu? Padahal dia gak tau betapa gilanya aku liat dia n “dia” nempel terus. Tambah lagi “dia” nempel n ditempeli ortunya. COOOOORRR!! Sawangane aku wes dibuak. Dan kenapa aku masih bertahan buat dia? Entah.

kimochi no koto

Bicara tentang hati, berkaitan dengan perasaan. Dan jika membicarakan hal itu, pasti berkaitan dengan rasa sakit. Yah sakit yang tidak kelihatan tapi teramat menyiksa bila sudah terluka.sebuah luka yag tercipta di hati tidak akan pernah sembuh jika kita berhenti untuk mencari cina. Yah, cinta dalah obat dari sakit hati – sakit yang tidak terlihat itu. Namun, cinta juga bisa melukai. Seperti pedang bermata dua. Tergantung bagaimana kita menggunakan. Cinta, perasaan, hati dan rasa sakit itu semua saling berkaitan dan berhubungan erat.

Berkaitan dengan itu, aku pun mengalaminya. Rasa sakit yang hanya bisa aku rasa. Luka yag tidak bisa aku lihat. Luka yang seakan akan tertutup tapi masih merembeskan darah dari dalam. Sebuah luka yang masih bisa terbuka. Luka yang tak kunjung sembuh. Luka yang aku dapat saat bersinggungan dengan sesuatu yang banyak orang menyebutnya cinta – yang berkaitan dengan hati dan perasaan.

Rasa cinta yang benar-benar aku rasakan adalah cintaku terhadap seorang juniorku di kampus – Yoana Dianika. Seorang cewek tomboy dengan wajah yang imut. Yah, dia yang pertama membuatku jatuh cinta. Dia yang membuatku tidak mau melepasnya, tapi dia melepasku. Meski dia melepasku dan itu membuatku sakit dan terluka begitu dalam, aku masih mencintainya, meyayanginya dan merindunya.

Berapa kalipun aku coba untuk melupakannya, keberadaannya, bekasnya dan semua tentangnya, tapi tetap saja perasaan yang aku rasakan itu tidak mau hilang. Meskipun aku bersama orang lain, aku masih bisa merasakan rasa itu. Rasa sakit akan luka yang bercampur dengan cinta, sayang dan rindu terhadapnya. Yah, semuanya bercampur. Membuatku entah harus bagaimana.

Apa dia tahu hal itu?, pikirku. Aku ingin dia tahu. Tapi yang ada dia mnginginkan agar aku melupakannya. Tidak semudah yang dia inginkan. Apa yang sudah diaperbuat terhadapku sudah menjadi sebuah kenangan yang susah untuk aku hilangkan atau hapus. Mungkin aku yang salah. Dan memang aku yang salah. Salahku bahwa aku langsung ingin membuangnya saat dia masih ingin berhubungan baik denganku. Dan sekarang saat aku kembali merasakan perasaan yang dulu, dia sudah jauh dariku. Aku bodoh. Amat bodoh.

Aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh saja. Melihat senyumnya, mendengar tawanya, mengingat kenangan yang sudah terbuat bersamanya, membuatku harus berpuas diri. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku tidak bisa lagi menyentuhnya seperti dulu. Aku bukan siapa-siapanya lagi. Entah sampai kapan hal ini aku rasakan.

Tidak hanya dengan Yoana saja aku seperti itu. KhalidatulLutfiah atau Ollly atau Marmut – sebutan sayangku padanya pun juga demikian. Ditinggal ole Yoana, aku coba untuk bertahan dan menahan sakit itu sendirian. Tapi aku makin sakit sendiri. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Marmut. Dia sangat mirip dengan Yoana waktu awal aku melihatnya. Sangat mirip. Kembali aku teringat wajah dan kenangan tentang Yoana saat aku akan terbiasa dengan kesendirianku.

Berawal karena aku teringat dengan Yoana, aku coba menagkap bayangnya lewat Marmut. Aku coba untuk sayang terhadapnya meskipun aku masih memiliki rasa terhadap Yoana. Marmut tahu hal itu. Lagi-lagi aku salah. Memang, aku masih belum bisa sepenuhnya sayang Marmut. Tapi aku coba untuk itu. Sampai akhirnya aku bisa sayang Marmut. Tapi, lagi-lagi, aku ditinggalkan. Dan lagi-lagi, aku seperti kapal tanpa nahkoda yang berlayar tanpa tau arah.

Serasa aku tidak berguna. Aku dua kali dibuang. Sakit. Ingin aku marah. Tapi ke siapa? Ke diriku. Aku yang tidak bisa menjaga sesuatu yang diberikan padaku.

Berkali kali aku coba untuk menangkap Marmut. Tapi, tetap saja aku tidak bisa. Dia sudah berjalan pergi menjauh. Aku lelah mengejarnya. Akupun berbalik arah. Aku coba melupakannya, sama seperti aku ingin melupakan Yoana. Tapi, makin aku berusaha, makin aku tersiksa dan terluka. Rasa sakit itu amat sangat menyiksaku dari dalam.

Tapi meskipun aku merasakan hal itu, aku tidak sedikitpun aku membencinya. Meskipun aku marah, aku tidak membencinya. Meskipun aku menjauhinya dengan sikapku yang seakan-akan membencinya, tidak sedikitpun aku benci padanya. Tapi sebaliknya, aku masih menyayanginya. Berkali-kalipun aku coba memungkiri itu, aku benar-benar masih sayang dia.

Aku ingin dia tahu bahwa aku masih sayang dia. Tapi, semuanya tidak bisa kembali normal seperti semula. Dan, lagi-lagi aku yang salah dengan caraku. Dan yang ada sekarang dia makin tidak bisa aku raih. Aku bodoh. Amat bodoh.

Aku tidak ingin dia pergi. Aku ingin dia di sisiku. Aku ingin menjaganya. Aku ingin menjaganya lagi. Aku ingin terus menjaganya. Ada disampingnya. Tapi itu tidak bisa. Betapa bodohnya aku. Rasa sayang yang aku rasakan, muncul tanpa aku sadari bahwa rasa itu sudah amat besar. Dan aku, tidak bisa menghilangkannya meskipun aku sering tidak mengakui keberadaan rasa itu.

Kedekatanku dengan Firsta Novika Aghaniyu pu tidak bisa membuatku memungkiri bahwa aku masih mencintai Yoana dan masih menyayangi Marmut. Dengan Jelas aku masih bisa merasakan kedua rasa itu. Meskipun aku coba menyayangi Firsta dengan setengah hati yang dia beri ke aku, aku masih tidak bisa menghilangkan rasa cintaku ke Yoana dan sayangku ke Marmut. Apa aku egois dengan sikapku ini? Aku sudah diberi setengah bagian hatinya, tapi aku masih memikirkan orang lain.

Aku memang melihat Firsta dan juga memang bisa menyayanginya, menuntutnya untuk melihatku, tapi aku masih melihat dua orang lain di balik Firsta. Yoana dan Marmut. Sebenarnya aku tidak seberapa peduli dengan orang yang sudah mengikatnya, asal dia bersamaku aku tidal mempermasalahkan itu. Tapi kenapa juga aku merasa cemburu yang sangat saat dia bersama kekasihnya? Siapa aku? Bukan siapa-siapanya. Dan, aku pun tidak melihat dia sepenuhnya. Tapi kenapa aku cemburu?

Apa aku egois yang tidak ingin kehilangan Firsta dan masih mengharap kehadiran orang lain?

Yoana, Marmut dan Firsta, ketiganya punya kemiripan yang membuatku nyaman. Tapi, yang aku sadari lagi adalah bahwa Marmut+Firsta=Yoana. Yah, Marmut punya sebagian hal dari pada Yoana, dan sebagiannya yang lain ada pada Firsta. Siapa yang sebenarnya yang memjadi tambatan hatiku? Yoana. Tapi dia sudah tidak bisa aku raih. Keberadaan kami sudah berbeda. Sama halnya dengan Marmut. Aku tidak bisa menjangkaunya. Firsta, entah sampai kapan hubungan ini berlanjut. Sampai dia tidak merasakan apa-apa terhadapku atau aku yang sebaliknya? Atau karena hal lain? Aku tidak tahu itu.

Jika memang sudah waktunya untuk melepasnya, akan aku lakukan. Tapi, sebelum itu terjadi, aku ingin membuatnya menangis bahagia. Satu hal yang aku rasa berguna dari semua yang pernah aku perbuat padanya. Terlebih, aku sering membuatnya menangis. Sama halnya dengan Marmut dan Yoana, aku ingin membuat mereka bahagia.

Mungkin suatu saat nanti aku tidak ada untuk selamanya, mereka bisa mengingat kebahagiaan itu – seuatu yang berguna yang pernah aku yang bodoh ini perbuat untuk orang-orang yang aku sayangi.

Senin, 13 Juni 2011

3 wanita

angka 3. aku suka angka 3. tiga menunjukkan identitasku. demikian juga ada 3 wanita yang ada di pikiranku.
yoana dianika (jojo)
khalidatul lutfiah (marmut)
firsta novika aghaniyu (na' ucu)

yoana...
dia masih satu satunya perempuan yang paling lama yang pernahberhubungan denganku. sama dia, aku uda kasih semuanya yang aku punya. dia pun juga. dia yang terbaik dari yang sebelumnya. meskipun bukan yang pertama buatku, tapi dia jadi yang pertama merasakan aku all out dalam sebuah hubungan. tapi sayangnya aku masih gak bisa sempurna sayang ke dia.

Senin, 07 Maret 2011

the changing

semuanya terasa berubah.

atmosfir yang terasa sangatlah berbeda sejak aku kembali dari KKN..


dia yang jauh sebelumnya terasa jauh akhirnya sedikit bisa aku jangkau

tapi setelah 25 hari aku berada di tempat yang jauh, semua berubah

jarak yang seblumnya bisa aku dekati, ekarang melebar lagi

dan mungkin akan trus melebar..


masih ingat ia berkata, "setelah melewati bulan ke 4, kita bisa lebih untuk saling mendekatkan diri"

tapi nyatanya jarak itu muncul lagi..

kenapa?

kenapa begini?

kenapa harus sekarang?

kenapa tidak sejak awal saja jarak ini diperlebar?

kenapa kenapa kenapa?


salahku

salahku

semua karena salahku...!!


aku yang tidak bisa mengertinya

aku yang memaksanya

aku yang melukainya

aku yang memberi pengaruh buruk terhadapnya

tambah lagi...

aku yang tidak bertanggung jawab

aku ceroboh

aku egois dan bodoh


yah semua SALAHKU...!!!!


aku belum dewasa benar..

aku masih terus salah salah dan salah.!!!

dan tapi mengapa aku selalu disalahkan?

apa tidak ada suatu kebenaran yang pernah aku lakukan?

apa tidak ada uatu tindakan kebenaran yang dianggap?

atau keberadaanku hanyalah sebuah keasalahan?


kamu, dia dan mereka..

menganggapku salah..

salah dan terus salah..


apa selama ini aku tidak mengindahkanmu?

apa aku meninggalkanmu?

apa aku membuangmu?

apa aku menjauhimu?

apa aku membuat jarak terhadapmu?



why do you like this

do you use the same way like she ever did to me?

what's wrong with you?

do you boring to me?

do you tired to me?

do you don't want to belong to me?


i know what i just can do is a troubles or just mistake

but why you do that?

make the distance appear again

will you make it wider and wider?


you busying yourself

spend your time into some business

is the balance we ever talked now exist?


i know that we don't have any relationship because of our difference

but is it needed to make that distance appear again?

is it needed to stay away from me?

or you don't want to wait and see me change like you want

because you are not sure about my words?

am i do the same to yo when i asked you to change some of your habit?


i am sorry if i make you bore and tired by my problems

if that so, i will try to not to tell you my problems

because i don't want to make you bore and tire even to make you sad


tidak cuma tentang kamu, tentang aku sendiri pun aku tidak bisa mengerti dengan baik

kepalaku sudah cukup ruwet

perasaanku gundah

koneksi jaringan syaraf badanku pun terkadang tidak bisa singkron

banyak sekali hal yang terjadi

seakan akan tumpang tindinh silih berganti..


ada yang bilang ini karena kealahanku sendiri

dan lagi lagi aku isalahkan

sebuah masalah kecil yang terus aku biarkan untuk bertumbuh

tanpa pernah aku pangkas

dan menjadi kompleks


hal ini juga yang mendasari aku terus mendesakmu agar cepat menyelesaikan masalah yang kcil yng ada di hatimu

agar tidak makin mengembang dan terus berkembang

dan samapi akhirnya melilit kita berdua..


pernyataanmu yang selalu bilang "gak apa apa" bukan merupakan solusi

karena aku tahu saat kamu mngatakan itu, maknanya sebaliknya

tapi kamu selalu menyembunyikannya

tiak mau mengatakannya langsung

menunda smpai muncul salah paham

hingga sekarang


entah...

okelah...

salahku..

semua salahku

karena aku memang dilahirkan untuk jadi yang bersalah

dan mungkin memang benar bahwa SETAN dan MALAIKAT tidk pernah bisa bersatu

ataupun melengkati.


ENTAHLAH..


tentang perasaan ini terhadapmu tidak aku ubah

entah bagaimana denganmu..



maaf kalau aku membuat kalian kecewa dan tidak puas dengan apa yang aku lakukan

Rabu, 06 Oktober 2010

24 ciri ciri orang yang mencintai kamu

Dalam kehidupan, kamu tidak sedar apa yang dilakukan oleh seseorang terhadap diri kamu merupakan satu petanda yang dia mencintai kamu. Dia tidak ingin kamu tahu secara terus daripada mulut dia tetapi dia menunjukkannya melalui perbuatan. Berikut merupakan 24 ciri-ciri yang dilakukan oleh seseorang yang menunjukkan bahawa dia mencintai kamu.

1.Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya hanya    ada kamu satu-satunya.

2.Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak perduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap
menjadi impiannya.

3.Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah bertambah.

4.Orang yang mencintai kamu selalu ingin tahu tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tahu kegiatan kamu.

5.Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ‘selamat pagi’, ‘selamat hari minggu’, ‘selamat tidur’, ‘take care’, dan lain-lain lagi, walaupun kamu tidak membalas SMS nya, kerana dengan kiriman SMS itu lah dia menyatakan cintanya, menyatakan dalam cara yang berbeza, bukan “aku CINTA padamu”, tapi berselindung ayat selain kata cinta itu.

6.Jika kamu menyambut hari jadi dan kamu tidak mengundangnya ke majlis yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.

7.Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu
sendiri sudah melupakannya, kerana saat itu ialah sesuatu yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. kerana saat bersamamu itu tidak boleh berulang selalu.

8.Orang yang mencintai kamu selalu mengingati setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa pernah mengungkapkannya. Kerana dia menyematkan kata-katamu di hatinya, berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? Pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.

9.Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, kerana dia ingin tahu apa kegemaran kamu – kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun sukar meminati kesukaan kamu, tapi akhirnya dia berjaya.

10.Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan menanyakan bila ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.

11.Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa.

12.Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung. Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup kerana kamu telah menggegarkan dunianya.

13.Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada di dekat kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.

14.Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan sentiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan persekitaran yang boleh membawa pengaruh buruk kepada kamu dan jauh.

15.Dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh dimata, dekat dihati?’

16.Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

17.Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang SENGAL seperti menelefon kamu 100 kali dalam masa sehari. Atau mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.

18.Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening kepala. Namun ketika kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.

19.Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia! Bahkan dia begitu gembira kerana dapat membantu kamu. Dia tidak pernah mengelak dari menunaikan permintaan kamu walau sesukar mana permintaan mu.

20.Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebahagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda berharga buatnya.

21.jika kamu cuba menjauhkan diri daripadanya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyedarinya dan menghilang dari kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.

22.Kalau kali terakhir kalian bertemu kamu mungkin sedang selesema, atau batuk-batuk, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon untuk bertanya keadaan kamu – kerana dia bimbangkan tentang kamu, peduli tentang kamu.

23.Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu kerana sebenarnya dia tak pernah mencari orang lain, dia sentiasa menunggu kamu.

24.Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, kerana dia tidak mahu kamu terbeban dengan karenahnya. Saat kau pinta dia berlalu, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, kerana dia benar-benar mengerti apa itu cinta.

“Pernah adakah orang yang berbuat seperti di atas kepada kamu? Jika ada, jangan pernah mensia-siakan orang tersebut… Kamu akan menyesal melakukannya!”


by nauly
 

iseng iseng © 2008. Design By: SkinCorner