Kamis, 27 September 2012

dunno2

aku gak tau benere aku iki dianggap opo
sejak ada hp baru, terus ae diutek
sibuk pisan karo urusan deadline
dan sepertinya untuk mencapai sebuah kesuksesan harus mengorbankan orang terdekatmu yo??

gitu?
ok fine...!!!

dan kenapa mesti kamu sing sakkit hati padahal kamu yang mulai?
aku cuma melakukan seperti yang kamu lakuin
dan saat kamu kerasa sakit hati kenapa masih seperti itu?

aku uda mulai terbiasa degan hal itu
kalo kamu emang pengen lepas ya udalah..
i'll let u go like u wish
as pipit said, "this time 4 the butterfly fly free"

ok ok...

ternyata kamu masih mengungkit tentang fika
dan pengakuanmu kalo kamu uda mati rasa bikin jelas semua
kamu uda gak sayang
cuma sekedar ucapanmu
gak ada bukti..

"Kamu lebih enjoy kan nek basketan sama yang bisa daripada yang gak.
Gimana-gimana lebih nyambung...

Podo koyo nek kamu ngrefuse dan lari pas aku critas soal Yamada dkk...

Wis ta,gak usah mempertahankan aku...
Di luar sana masih banyak yang pengen kamu dapetin yang lebih wah dan blink-blink d mata kamu: Keshia,Diandra, atau sapalah itu...

Dari kamu aku ga butuh uang atau barang...atau apalah...
Aku cuma pengen kamu gak nglirikan...nggak flirtingan...
Susah ta?
Aku wis nyoba buat menuhin apa yang kamu mau,belajar buat gak gondokan...
Tapi gitu ta caramu?
Aku ngerasa mbok rendahne kaya gini...
Ngerasa jadi cewek paling baka yang gak bisa muasin mata cowoknya!
Ngerasa jadi cewek paling LOW and gak punya apa-apa yang bisa ditunjukin buat nyenengin cowoknya...

Kamu dengan mudah ngerayu-rayu dan ngasih untaian kata-kata manis ke cewek lain...
Tapi apa pernah kamu ngasih gitu ke aku??
Orang lain malahan yang sering ngasih support ke aku nek aku ngerasa jadi the BEAST di antara yang paling BEAST!!!"

salahku...
ok smua salahku...
kamu sing bener dewe...
aku gak ada benere
as i said b4 that i'll disapearing my self from ur world
i wont disturbing u at all

i am appreciating ur decision so that do the same to me
if u say directly
^
^
^
^

さようなら
おせわになりました

image

masih ingat aku sama juniorku di kampus yang pernah bilang, "aku gak seberapa peduli sama orang yang ngomongin aku. aku gak punya image". yah, mungkin kira kira gitu bunyinya kalo gak salah inget. benernya, gak ada orang yang gak punya image ato gambaran tentang dirinya di masyarakat. selama orang itu ada dan atau punya nama, juga diketahui orang, dia pasti punya suatu image yang melekat pada dirinya.

yah, semua orang punya suatu image tentang dirinya biarpun dia gak banyak berinteraksi dengan orang banyak. PENDIAM, yah, image tersebut yang akhirnya melekat, atau lebih tepatnya dilekatkan orang pada dirinya. memang, image yang didapat lebih banyak dari orang lain, tapi sebenernya, apa yang menjadi kesehariannyalah yang membuat orang lain men-cap dirinya sebagai orang yang pendiam.

"jangan jaim jaim gitu ah...", mungkin pernah denger kalimat itu. jaim atau jaga image merupakan ungkapan anak muda jaman sekarang. banyak yang bilang kalo jaim, kita bakal dianggap orang yang gak asik. dan akhirnya, kita mendapat image yang lain dari orang. padahal, jaim gak bisa disalahkan sesimpel itu. tiap orang punya alasan tersendiri. dan tentunya, haruslah tau kapan kita harus jaim dan sadar siapa kita.

contohnya, misalnya kita sebagai seorang bos sekaligus orang yang supel. sebagai bos, pastinya kita tau bagaimana harus bersikap layaknya bos: yang berwibawa, ramah, berkharisma, dll, dan mungkin disisipkan sifat supel kita agar mempermudah kita berelasi dengan bos perusahaan lain. tapi janganlah benar benar dicampur dengan sifat supel kita. karena kebanyakan orang yang supel bakal blak-blakan dengan orang sekitar. jika kita sebagai bos dan kemudian terlalu blak-blakan, akan merugikan dan memberikan kesdan negatif terhadap calon kolega kita.

(kira kira seperti itu, satu contoh sekiranya sudah cukup)

sebuah ungkapan "belajarlah dari padi, main berisi makin merunduk". jika kita memiliki pendidikan yang lebih tinggi, pastinya kita tahu apa yang baik dan gak baik. apa yang kita lakukan setiap harinya akan dinilai orang lain, dan itulah image kita nanti kita dapat. dan mungkin - bisa jadi - akan melekat pada diri kita sampai kapanpun, entah yang baik ataupun negatif. kita gak bisa menuntut orang yang sudah men-cap kita demikian untuk mencabut penilaiannya yang negatif. semua kembali kepada kita bagaimana membersihkan image negatif tersebut.

sekali lagi, tidak ada yang namanya GAK PUNYA IMAGE, kita semua punya, entah sadar atau tidak.
sekian dan terima kasih.

(hanya sebuah renungan, semoga bermanfaat)

Rabu, 12 September 2012

kawari

Berubah… semua kini berubah. Yah, karena perubahan itu pasti. Baik ato buruknya tergantung dari kita yang mengawalinya seperti apa. Selain itu juga bagaimana kita menyikapi dan seberapa siap kit adalam menghadapi kepastian perubahan tersebut. Perubahan yang pasti itu sedang aku alami sekarang. Entah kenapa orang-orang yang dekat denganku dulu, sekarang mulai menyerangku. Meamndang sinis dan berkata dengan tajam dan menusuk. Sebenarnya aku gak heran, lha wong emang itu natur manusia; menjatuhkan yang lain. Tapi its oke lah, gak usah diambil pusing. Yah, mereka yang dulu dekat denganku sekarang balik menyerangku. Memojokkanku dan bilang kalo aku sudah melakukan hal yang dicap tidak menghargai orang lain. Dan jika emang demikian, kenapa gak bialng langsung didepanku? Aku sudah gak mau ambil pusing dengan hal semacam itu lagi. Aku gak mau repot lagi. Cuma bisa bertanya, “itukah yang namanya teman? Okelah, fine. Selain yang memandang sinis, ada juga yang bermuka dua. Aku bilang sih mereka Cuma cari aman aja. Gak pengen dicap jelek, tapi ikut-ikutan menjatuhkan dari belakang. Ah, itulah manusia. Gak heran. Aku tau dan sadari, aku juga demikian. Aaaaaaahhhh, capek jane kalo hal kayak gitu didapet dari orang-orang terdekat. Rasane pengen tak bejek-bejek aja tuh mereka. Tapi sekali lagi, aku gak mau repot-repot ngotori tangan ato nambahi dosa. Aku harap sih mereka sadar. Sadar dengan sendirinya. Diantara mereka semua emang masih ada yang bener-bener netral. Dan salut buat mereka-mereka yang netral.

Kamis, 26 Januari 2012

8 Resolusi Bagi Orang Tua

BANYAK MENYEDIAKAN WAKTU BAGI ANAK-ANAK
berkomitmen dan mengusahakan untuk selalu memiliki waktu untuk bersama anak, bahkan untuk bermain bersama. bukan hanya mencarikan mainan, tetapi menemaninya. keberadaan orang tua sungguh-sungguh ada dan memberi perhatian bagi hidup mereka.

LEBIH BANYAK MENEPATI JANJI, BUKAN HANYA SEKEDAR MENGUMBAR JANJI
anak-anak justru sangat memperhatikan sebuah janji yang diberikan orang tuanya dan menanti-nanti janji itu untuk ditepati. janji adalah hutang, maka haruslah janji itu dibayar.

LEBIH BANYAK MENDENGAR DARIPADA BURU-BURU MENGHAKIMI ATAU BERTENGKAR
coba untuk menahan diri dan mendengar dulu apa yang dikatakan anak-anak. hal tersebut akan membantu anak untuk berani berkata benar dan berani berskap benar ketika masalah terjadi. lain halnya jika kita sebagai orang tua yang langsung menghakimi saat sebuah masalah muncul, akan menyebabkan luka batin di psikologis anak yang belum tentu bersalah.

LEBIH BANYAK MELIHAT KELEBIHAN ANAK DARIPADA KEKURANGANNYA
ubahlah kacamata negatif terhadap apa yang menjadi kekurangan anak dan mencoba untuk melihat dan mensyukuri kelebihan anak. hal ini akan mendorong kita sebagai orang tua untuk lebih menghargai anak karena kelebihannya. hal tersebut akan berdampak positif dengan semakin berkembangnya kelebihan yang dimiliki tersebut.

LEBIH BANYAK MEMPERCAYAI DARIPADA MERAGUKAN
janganlah meragukan kemampuan anak yang seharusnya sudah bisa menjadi dewasa dan memikul tanggung jawab. meskipun dalam perjalanannya seringkali mengalami kegagalan, tetaplah berikan kepercayaan. karena kegagalan itu bagian dari latihan.

MEMBANTU MENGEMBANGKAN TALENTA ANAK DARIPADA MEMAKSAKAN KEHENDAK
dukungan orang tua dalam pengembangan bakat dan talenta anak sangatlah diperlukan. bahkan meskipun hal itu tidak sama dengan keinginan kita sebagai orang tua. jika bakat yang ada itu baik untuk anak, hendaknya tetap kita dukung daripada kita terus memaksakan apa yang kita anggap baik yang belum tgentu sesuai dengan kemampuan anak. hal tersebut akan lebih membuat anak depresi.

LEBIH BANYAK MEMELUK DAN MENUNJUKKAN KASIH SAYANG
anak-anak yang sering disentuh dan dibelai oleh orang tua akan tumbuh lebih sehat karena lebih merasa nyaman dan percaya diri. selain itu, anak akan lebih bisa terbuka dan percaya kepada orang tua.

MENDAMPINGI PERKEMBANGAN ROHANI ANAK
poin terakhir yang terpenting, latihlah anak sejak dini untuk mengenal Tuhan sebagai pondasi dan pegangan dalam hidupnya kelak. mengajari untuk tetap ingat dan mengandalkan Tuhan dalam setiap laku dan perbuatannya dalam hidup agar tidak kehilangan arah dan tujuan hidup saat mengalami sebuah kebuntuan kelak di hidupnya.
 

iseng iseng © 2008. Design By: SkinCorner